Sedekah bumi merupakan salah satu adat dari kampung jeruk. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setahun sekali dalam rangka selamatan desa/ruwatan desa. Sedekah bumi tahun ini jatuh pada hari Minggu, Tanggal 23 Oktober 2011. Sedekah bumi diikuti oleh warga RW I dan RW II. Namun warga Jeruk sudah pada sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak sabtu sore. Mulai dari tahlilan, persiapan membuat tumpeng raksasa, serta mempersiapkan jajanan khas kampung jeruk seperti kucur, onde-onde dan koci-koci.
Serangkaian acara di hari Minggu dimulai sejak pagi. dimulai dengan pengarakan tumpeng raksasa keliling kampung menuju ke balai desa. Acara di balai desa diawali dengan pembukaan tari Reog, dan dilanjutkan dengan tari remo. Setelah itu Pak lurah memberikan sambutan sebagai simbol pembukaan acara Tegal Deso. . Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama yang disebut mudin dan diakhiri dengan perebutan tumpeng raksasa oleh warga. Warga beranggapan, bila mendapat bagian dari tumpeng berarti mendapat berkah di kemudian hari.
Selesai dengan Si Tumpeng Raksasa, acara dilanjutkan dengan penampilan tandak-tandak nan ayu (sinden) yang dilakukan di beberapa tempat yang dikeramatkan ( pohon Bibis) pukul 13,00. Menurut sesepuh desa, bibis merupakan tempat keramat arwah nenek moyang, sehingga perlu melakukan ijin dalam pelaksanaan tegal deso. Malam harinya adalah acara puncak, yaitu Pertujukan kesenian asli Jawa Timur Ludruk " Karya Baru".
Dari sini dapat terlihat antusias warga Jeruk akan pentingnya melestarikan adat budaya yang merupakan warisan dari leluhur. Semoga dengan acara Tegal Deso ini dapat mempersatukan seluruh warga Jeruk. Amin.