Selasa, 13 Desember 2011
Sabtu, 26 November 2011
Satu Langkah menuju Surabaya Hijau
Bangkit satu tumbuh seribu
27 November 2011 Jeruk ceria mengadakan penghijauan serempak. Kegiatan ini diawali sang pelopor , Ibu Yuli, yang akhirnya diikuti seluruh pasukan pecinta lingkungan Jeruk Ceria.
Go Go Green, Go Go Jeruk Ceria !
Sabtu, 05 November 2011
idul adha
| Panitia kurban hari raya idul adha 1432 H |
Allahuakbar ....allahuakbar....allahuakbar walillah illham.....
Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini minggu 6 november 20011 umat islam didunia merayakan hari raya idul adha 1432 H.
Dengan semangat gotong royong warga rt 4 rw 2 melaksanakan penyembelihan hewan kurban bertempat di pos kamling rt 4 rw 2 pukul 08.00 setelah pelaksanaan sholat ID di masjid. pada tahun ini rt 4 rw 2 menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing.penyembelihan dan doa dilakukan oleh tokoh agama setempat kemudian pemotongan dan pembagian daging kurban oleh bapak-bapak panitia penyembelihan hewan kurban. semoga menjadi berkah bagi seluruh warga jeruk. amiiiin..............
Lansiaku bergoyang
| Lansiaku bergoyang |
Siapa bilang olah raga hanya untuk orang muda justru semakin tua seseorang semakin penting untuk bergerak supaya sendi dan otot tubuhnya tidak kaku. Buktinya lansia di kelurahan jeruk tetap semangat dalam mengikuti senam lansia yang diadakan oleh kader-kader pkk jeruk.senam rutin dilakukan tiap pada hari minggu pukul 7 pagi.
ayo terus bergerak lansia lansia indonesia.....
Kamis, 27 Oktober 2011
Kunjungan Ibu Ketua PKK kota Surabaya di Kampung Jeruk Ceria
| foto kunjungan |
Selasa, 25 Oktober 2011, Kampung Jeruk kedangan Tamu kehormatan, Ibu ketua PKK kota Surabaya, Ibu Dyah Katarina beserta rombongannya. Beliau datang pukul 13.00 dan disambut oleh Bapak dan Ibu camat, Bapak dan Ibu Lurah beserta staf, serta tak ketinggalan seluruh elemen kampung Jeruk . Meskipun diselimuti suasana panas yang menyengat, beliau tetap bersedia meluangkan waktu melakukan peninjauan terhadap Bank Sampah Jeruk Ceria.
Semoga dengan kedatangan Ibu Dyah Katarina memberi motivasi bagi warga Jeruk untuk mengembangkan potensinya dalam mengolah Bank sampah.
Senin, 24 Oktober 2011
Sedekah Bumi alias Tegal Deso
Sedekah bumi merupakan salah satu adat dari kampung jeruk. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setahun sekali dalam rangka selamatan desa/ruwatan desa. Sedekah bumi tahun ini jatuh pada hari Minggu, Tanggal 23 Oktober 2011. Sedekah bumi diikuti oleh warga RW I dan RW II. Namun warga Jeruk sudah pada sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak sabtu sore. Mulai dari tahlilan, persiapan membuat tumpeng raksasa, serta mempersiapkan jajanan khas kampung jeruk seperti kucur, onde-onde dan koci-koci.
Serangkaian acara di hari Minggu dimulai sejak pagi. dimulai dengan pengarakan tumpeng raksasa keliling kampung menuju ke balai desa. Acara di balai desa diawali dengan pembukaan tari Reog, dan dilanjutkan dengan tari remo. Setelah itu Pak lurah memberikan sambutan sebagai simbol pembukaan acara Tegal Deso. . Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama yang disebut mudin dan diakhiri dengan perebutan tumpeng raksasa oleh warga. Warga beranggapan, bila mendapat bagian dari tumpeng berarti mendapat berkah di kemudian hari.
Selesai dengan Si Tumpeng Raksasa, acara dilanjutkan dengan penampilan tandak-tandak nan ayu (sinden) yang dilakukan di beberapa tempat yang dikeramatkan ( pohon Bibis) pukul 13,00. Menurut sesepuh desa, bibis merupakan tempat keramat arwah nenek moyang, sehingga perlu melakukan ijin dalam pelaksanaan tegal deso. Malam harinya adalah acara puncak, yaitu Pertujukan kesenian asli Jawa Timur Ludruk " Karya Baru".
Dari sini dapat terlihat antusias warga Jeruk akan pentingnya melestarikan adat budaya yang merupakan warisan dari leluhur. Semoga dengan acara Tegal Deso ini dapat mempersatukan seluruh warga Jeruk. Amin.
Serangkaian acara di hari Minggu dimulai sejak pagi. dimulai dengan pengarakan tumpeng raksasa keliling kampung menuju ke balai desa. Acara di balai desa diawali dengan pembukaan tari Reog, dan dilanjutkan dengan tari remo. Setelah itu Pak lurah memberikan sambutan sebagai simbol pembukaan acara Tegal Deso. . Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama yang disebut mudin dan diakhiri dengan perebutan tumpeng raksasa oleh warga. Warga beranggapan, bila mendapat bagian dari tumpeng berarti mendapat berkah di kemudian hari.
Selesai dengan Si Tumpeng Raksasa, acara dilanjutkan dengan penampilan tandak-tandak nan ayu (sinden) yang dilakukan di beberapa tempat yang dikeramatkan ( pohon Bibis) pukul 13,00. Menurut sesepuh desa, bibis merupakan tempat keramat arwah nenek moyang, sehingga perlu melakukan ijin dalam pelaksanaan tegal deso. Malam harinya adalah acara puncak, yaitu Pertujukan kesenian asli Jawa Timur Ludruk " Karya Baru".
Dari sini dapat terlihat antusias warga Jeruk akan pentingnya melestarikan adat budaya yang merupakan warisan dari leluhur. Semoga dengan acara Tegal Deso ini dapat mempersatukan seluruh warga Jeruk. Amin.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Langganan:
Komentar (Atom)




